Jumat, 29 Juli 2011

PENGGOLONGAN BAHASA JAWA

Orang Jawa memiliki bahasa yang beragam dan bermacam-macam, maka sangat disayangkan apabila bahasa Jawa yang beragam ini ditinggalkan begitu saja karena pengaruh globalisasi. Oleh karena itu, saya di sini ingin mengajak anda sekalian untuk melestarikan budaya Jawa khususnya untuk bahasa Jawa dengan cara minimal kita mengenal pengelompokan bahasanya. Sebenarnya bahasa Jawa dapat digolongkan sebagai berikut :

Menurut wujudnya, bahasa Jawa dapat dibedakan menjadi 3 wujud, yaitu :

a. Bahasa Lisan
b. Bahasa Tulisan
c. Bahasa Isyarat


Penggolingan Bahasa Jawa dari konteks sopan santun dapat digolongkan secara global, menjadi :

a. NGOKO
b. KRAMA MADYA
c. KRAMA INGGIL


Sebetulnya masing-masing kategori diatas masih ada sub kategori yang cukup 'njlimet' jika kita ingin menggali lebih jauh. Katakanlah ada referensi yang menyebutkan pembagiannya menjadi lima, sebagaimana ditulis di buku The religion of Java yang disusun berdasarkan penelitian Clifford Geertz: ada 5 tingkatan: krama inggil, krama biasa, krama madya, ngoko madya dan ngoko biasa. Tetapi pada referensi lain menyebutkan ada 6 tingkatan yaitu: Ngoko, Ngoko andhap, Madhya, Madhyantara, Kromo, Kromo Inggil.Bahkan ada pula yang menyebutkan sampai berlapis-lapis seperti: Ngoko,Ngoko Andap (terdiri dari Antya Basa, Basa Antya), Basa Madya (Madya Ngoko, Madyantara, dan Madya Krama), Basa Krama(Krama Lugu, Muda Krama, Wreda Krama), Krama Inggil. Ditambah di luar penggolongan itu seperti:Krama Desa, Basa Kasar, Basa Bagongan Kedaton, dan sebagainya.


Penjelasan

a. Bahasa Ngoko
Bahasa yang digunakan sehari-hari dikalangan orang-orang sebaya ( seumuran ). Karena sedikit saja beda umur sudah beda juga bahasa yang digunakan.
Contoh:
Aku lagi mangan = Aku sedang makan
Kowe tangi turu durung raup kok langsung mangan = Kamu bangun tidur belum cuci muka kok langsung makan
Deweke mangan lawuh endog goreng = Dia makan dengan lauk telur goreng

b. Bahasa Krama madya
Bahasa yang digunakan sehari-hari untuk komunikasi dengan orang yang lebih tua
Contoh:
Kulo bade adus = Saya akan mandi
Sampeyan bade kesah wonten pundi = Kamu akan pergi kemana
Piyambake mboten wonten mriki = Dia tidak ada disini

c. Bahasa Krama Inggil
Bahasa krama yang sangat halus, biasanya digunakan untuk komunikasi dengan orang yang memiliki kedudukan atau untuk pidato dihadapan orang banyak.
Contoh:
Kulo nyuwun agunge pangapunten = Saya mohon maaf yang sebesarnya
Panjenengan kersa ingkang pundi = Kamu ingin yang mana
Panjenenganipun sampun yuswa 70 = Dia sudah berumur 70

Sekian.....semoga bahasa Jawa tetap lestari..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar