Rabu, 22 Juni 2011

KLASIFIKASI IKLIM

Berdasarkan letak astronomis dan ketinggian tempat, iklim terbagi menjadi dua yaitu iklim matahari dan iklim fisis. Sedangkan klasifikasi iklim menurut para ahli sebagai berikut :
TOLONG KLIK DI BAWAH INI



1. Iklim Matahari
2. Iklim Koppen
3. Iklim Schamidt - Ferguson
4. Iklim Oldman
5. Iklim Yunghunh

1. Iklim Matahari
Yaitu iklim yang didasarkan atas perbedaan panas matahari yang diterima permukaan bumi. Daerah-daerah yang berada pada lintang tinggi lebih sedikit memperoleh sinar matahari, sedangkan daerah yang terletak pada lintang rendah lebih banyak menerima sinar matahari, berdasarkan iklim matahari terbagi menjadi: iklim tropik; iklim sub tropik; iklim sedang dan iklim dingin.

2. Iklim Koppen
Wladimir Koppen seorang ahli berkebangsaan Jerman membagi iklim berdasarkan curah hujan dan temperatur menjadi lima tipe iklim :
a. Iklim hujan tropis
Dengan ciri temperatur bulanan rata-rata lebih dari 180 C, suhu tahunan 200 C – 250 C dengan curah hujan bulanan lebih dari 60 mm.
b. Iklim kering/gurun
Dengan ciri curah hujan lebih kecil daripada penguapan, daerah ini terbagi menjadi
Iklim stepa dan gurun.
c. Iklim sedang basah
Dengan ciri temperatur bulan terdingin -30 C - 180 C, daerah ini terbagai menjadi :
 Cs (iklim sedang laut dengan musim panas yang kering)
 Cw (iklim sedang laut dengan musim dingin yang kering)
 Cf (iklim sedang darat dengan hujan dalam semua bulan)
d. Iklim dingin
Dengan ciri temperatur bulan terdingin kurang dari 30 C dan temperatur bulan terpanas lebih dari 100 C, daerah ini terbagi menjadi Dw, Df
 Dw adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering
 Df adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab
e. Iklim kutub
Dengan ciri bulan terpanas temperaturnya kurang dari 10 oC Daerah ini terbagi menjadi :
 ET Iklim tundra
 DF Iklim salju

3. Iklim Schamidt - Ferguson
Schmidt dan Ferguson membagi iklim berdasarkan banyaknya curah hujan pada tiap bulan. Di Indonesia terbagi menjadi 8 tipe Iklim :
a. kategori sangat basah, nilai Q = 0 – 14,3 %
b. kategori basah, nilai Q = 14,3 – 33,3 %
c. kategori agak basah nilai Q 33,3 – 60 %
d. kategori sedang, nilai Q = 60 – 100 %
e. kategori agak kering, nilai Q = 100 – 167 %
f. kategori kering, nilai Q = 167 – 300 %
g. kategori sangat kering, nilai Q = 300 – 700 %
h. kategori luar biasa kering, nilai Q = lebih dari 700 %

4. Klasifikasi Iklim Oldeman
Oldeman membagi iklim menjadi 5 tipe iklim yaitu :
a. Iklim yang memiliki bulan basah lebih dari 9 kali berturut-turut
b. Iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut
c. Iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut
d. Iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut
Berdasarkan urutan bulan basah dan kering dengan ketententuan tertentu diurutkan sebagai berikut:
 Bulan basah bila curah hujan lebih dari 200 mm
 Bulan lembab bila curah hujan 100 – 200 mm
 Bulan kering bila curah hujan kurang dari 100 mm
Pada dasarnya Kriteria bulan basah dan bulan kering yang dipakai Oldeman berbeda dengan yang digunakan oleh Koppen atau pun Schmidt – Ferguson Bulan basah yang digunakan Oldeman adalah sebagai berikut: Bulan basah apabila curah hujan lebih dari 200 mm. Bulan lembab apabila curah hujannya 100 - 200 mm. Bulan kering apabila curah hujannya kurang dari 100 mm.

5. Klasifikasi Iklim Yunghunh
Pembagian iklim didasarkan pada ketinggian tempat yang ditandai dengan jenis vegetasi, zone iklimnya adalah terbagi lima zone:
a. Zone iklim panas.Ketinggian 0 – 700 m, suhu rata-rata tahunan lebih 22 C ( padi, jagung, tebu dan kelapa).
b. Zone iklim sedang.Ketinggian 700-1500m, suhu rata-rata tahunan antara 15 – 22 C ( kopi, the, kina dan karet).
c. Zone iklim sejuk.Ketinggian.1500 – 2500, suhu rata-rata tahunan 11 C – 15 C (cocok tanaman holtikultura).
d. Zone iklim dingin.Ketinggian 2500 – 400m, dengan suhu rata-rata tahunan 11 C (zone ini tumbuhan yang ada berupa lumut).
e. Zone iklim salju tropis. Ketinggian lebih dari 400m dari permukaan laut, di daerah ini tidak terdapat tumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar